🐇 Bagaimanakah Teknik Penetasan Telur Yang Baik
Padakesempatan kali ini, kami akan membagikan cara budidaya ayam petelur untuk pemula yang telah terbukti dapat meningkatkan hasil panen secara lengkap. 1. Penentuan Sistem Kandang Ayam Petelur. Menyiapkan kendang sebelum memulai budidaya, perlunya mengetahui jenis kendang yang tepat sebagai salah satu wujud untuk menunjang kesuksesan ternak
Tips Buttercream Bagaimanakah caranya untuk membuat aising (Buttercream) kek yang mudah? Sebelum saya berikan Resepi Buttercream Icing pilihan anda, mari kita baca dahulu sedikit tips otai yang
Budidayaikan patin dengan teknik dan cara berternak di kolam air tawar merupakan salah satu faktor penting yang harus dipelajari dan diperhatikan sebelum kita terjun menggeluti usaha ternak ikan patin yang baik dan benar serta menguntungkan, karena dengan mempelajari dan memahami tentang cara budidaya ikan patin diharapkan kita bisa
Berattelur tetas yang baik 55 - 65 gram. Telur berbentuk lonjong harus dikeluarkan.IMG_0064.JPG WARNA DAN KWALITAS KULIT TELUR Warna kulit telur ada yang coklat dan putih, ketebalan kulit telur dipengaruhi asupan kalsium dan vitamin D3. Meskipun tebal tipis kulit telur merupakan sifat turunan. Kulit telur yang berbintik-bintik tidak rata
Nilaikeasaman air (pH) tempat hidup ikan nila berkisar antara 6 - 8,5. Sedangkan keasaman air (pH) yang optimal adalah antara 7 - 8. Suhu air yang optimal berkisar antara 25-30 0C. Kadar garam air yang disukai antara 0 - 35 per mil Hasil panen benih ikan terdiri dari berbagai ukuran sesuai dengan tahapan pembenihan.
ataulingkungan yang mempengaruhi penetasan telur antara lain suhu, kelarutan oksigen, intensitas cahaya, pH dan salinitas (Mukti, 1999). Ikan nila dapat berkembang baik secara optimal pada suhu 200C-300C. Ikan nila bersifat mengerami telurnya di dalam mulut sampai menetas kurang lebih 4 hari dan dengan berbagai teknik, yaitu kehutan suhu
Buatmedia penetasan koran / kardus dalam box penetasan,taruh dan ratakan te lur yang sudah siap menetas,setelah itu ditutup dengan dedaunan,bisa daun pisang,daun jati atau daun lainnya. Kondisi normal setelah semalam telur sudah banyak yang menetas,tunggu sampai 2 hari sampai telur menetas semua/buntas.
Hasilyang didapat menunjukkan bahwa persentase penetasan telur penyu Lekang pada berbagai kedalaman > 50% yaitu (69-93,33%) dan persentase penetasan yang baik cenderung pada kedalaman 50 cm dan jumlah telur 30 butir. Sedangkan untuk persentase kemunculan yang baik ditunjukkan pada kedalaman 30 dan 40 cm dengan jumlah telur 60 butir.
Artikelyang saya bagikan kali ini adalah mengenai langkah demi langkah tata cara ternak jangkrik untuk peternak pemula dan pemasarannya dimana mereka masih sangat minim pengetahuan tentang Pemeliharaan Jangkrik. Meskipun demikian bagi anda yang sudah mahir dalam Beternak Jangkrik juga tidak ada salahnya mempelajari artikel langkah Budidaya Jangkrik ini, karena ilmu itu tidak ada batasnya
wSX6H1g.
Dalam pemilihan telur untuk ditetaskan, pilihlah telur yang cangkangnya terlihat bersih, halus, serta tebalnya merata supaya saat menetas bisa bersamaan. Sumber FotoDok Istimewa AGRONEY - Terdapat beberapa jenis usaha penetasan telur seperti penetasan telur ayam, penetasan telur puyuh, penetasan telur bebek dan yang lainnya. Namun, penetasan telur bebek dirasa lebih potensial mengingat masyarakat yang menggelutinya pun belum sebanyak penetasan telur saat ini bebek merupakan unggas yang memang banyak dipelihara untuk diambil telurnya. Jadi, dalam pencarian bibit telur yang akan ditetaskan nantinya pasti tidak akan memulainya, Anda harus menguasai teknik penetasan telur bebek dengan baik. Tujuannya, usaha yang dijalankan nantinya dapat berjalan lancar dan tidak mengalami telur yang berkualitas BERITA TERKAIT Dalam pemilihan telur untuk ditetaskan, sebaiknya jangan memilih telur yang cangkangnya terlihat terlalu putih atau malah terlalu biru. Sebab, telur yang cangkangnya putih itu kemungkinan DOD-nya kecil, sedangkan yang terlalu biru biasanya cangkangnya susah pecah dikarenakan lebih telur dalam keadaan bagus. Pilihlah telur yang telah berumur kurang dari 4 hari sebab bila sudah lebih dari itu biasanya kualitas telurnya sudah menurun. Telur yang seperti ini akan kurang bagus jika telur yang cangkangnya terlihat bersih, halus, serta tebalnya merata supaya saat menetas bisa telur yang akan ditetaskan sudah disiapkan, proses selanjutnya adalah penetasan. Namun, sebelum melakukannya, Anda harus menyiapkan mesin tetas. Setelah semuanya telah disiapkan, berikut langkah-langkah penetasan telur suhu dalam keadaan stabil. Untuk telur bebek yang berumur 1—24 hari, aturlah suhu 38°C 99°F – 101°F. Untuk telur bebek yang berumur 25—28 hari, bisa diturunkan suhunya antara 1°F sampai 2° kelembapan mesinMengatur kelembapan mesin merupakan hal yang harus diperhatikan. Untuk mesin tetas yang otomatis sudah ada pengaturan kelembapannya, yaitu dari umur telur 1—25 hari antara 55% sampai 65%, lalu bila sudah menginjak hari ke-26 kelembapan sebaiknya dinaikkan menjadi 75%.Sementara itu, untuk mesin tetas sederhana untuk mengatur kelembapan suhu bisa dengan menaruh baki yang diisi air kemudian diletakkan di bawah rak telur dan untuk menambah kelembapannya bisa dengan cara menyemprotkan air ke telur-telur tersebut dan kemudian atau meneropong telur dengan lampuCandling merupakan teknik pemeriksaan kondisi telur yang dilakukan dengan menggunakan teropong telur. Telur yang terlihat kosong atau mati bisa segera disingkirkan. Dalam pemeriksaannya tersebut bisa dilakukan 3 kali. Pemeriksaan pertama dilakukan pada hari ke-4. Pemeriksaan kedua dilakukan pada hari ke-10, lalu pemeriksaan yang terakhir dilakukan pada hari posisi telurPosisi telur memang harus diperhatikan dengan baik. Menjaga posisi telur bisa dengan membaliknya secara teratur dan sebaiknya dilakukan pada jam yang sama. Selain itu, jangan terlalu lama membuka mesin tetas sebab bisa berpengaruh pada suhunya yang bisa turun dan efeknya telur bisa tidak menetasMenetaskan telur bebek adalah sebuah proses yang lebih menantang jika dibandingkan dengan penetasan telur ayam. Jika di awal percobaan, Anda mendapati tingkat keberhasilan penetasannya masih rendah, jangan berputus asa. Ulangi lagi proses penetasannya. Selalu catat Angka-angka pembacaan pada Suhu dan Kelembaban di setiap harinya, lalu buatlah penyesuaian sampai Anda dapatkan tingkat keberhasilan penetasan yang lebih baik. 234
Mesin tetas telur semi otomatis. Foto IstimewaMesin tetas atau inkubator merupakan alat yang sangat berperan dalam usaha peternakan dan pembibitan unggas, baik unggas produksi maupun unggas hobi, dimana dengan berbagai keunggulannya dibanding penetasan secara alami menjadikan mesin tetas kian banyak mesin tetas pun terus mengalami perkembangan pesat, walau asalnya dibuat secara sederhana, baik bahan maupun sistem kerjanya, dimana mesin tetas semula hanya berupa mesin manual, kemudian berkembang menjadi semi otomatis hingga full otomatis yang mampu membantu mempercepat perkembangbiakan unggas lebih efektif dan efisien. Adapun manfaatnya sebagai berikut• Meningkatkan prosentase tetas, yaitu meningkatkan jumlah telur yang menetas hingga dapat mencapai 80-90% sedang pada penetasan alami dengan induk unggas hanya 50 -60%. Hal ini bisa tercapai karena gangguan dari induk dan hewan lain dapat dihindari, disamping pemakaiannya mampu mengatur suhu dan kelembapan sesuai kebutuhan telur tetas.• Meningkatkan produksi telur, dimana induk unggas tidak perlu kehilangan waktu selama 21 hari untuk mengerami telurnya dan bisa langsung melanjutkan produksi telur setelah kondisi fisiknya pulih. Dengan penggunaan mesin tetas, telur dapat langsung ditetaskan tanpa harus dierami induk.• Tidak terkendala kemampuan dan karakter induk, dimana pada penetasan alami, seringkali dijumpai induk unggas tidak mampu mengerami seluruh telur yang dihasilkannya, terutama pada ayam yang berproduksi tinggi. Juga anak ayam yang baru menetas secara alami sering mati akibat terinjak induknya. Pemakaian mesin tetas juga diperlukan pada unggas yang dikawinkan secara inseminasi buatan pada usaha pembibitan/breeder ayam broiler dan Mesin Tetas• Persiapan telur, pastikan telur yang akan ditetaskan masuk kategori telur fertil yang dibuahi pejantan, baik melalui perkawinan alami maupun kawin suntik IB. Pilih telur yang berukuran standar untuk telur ayam ras 55-65 gram, ayam kampung 35-45 gram, itik 60-74 gram dan puyuh 9-11 gram. Kemudian pilih telur yang cangkangnya bertekstur halus dan licin, tidak retak dan tidak berlubang, hindari telur yang cangkangnya terlalu tebal warnanya gelap, yang cangkangnya tipis warna terang. Telur berumur tidak lebih dari tujuh hari sejak dikeluarkan dari tubuh ayam. Telur sebelum ditetaskan disimpan di tempat sejuk suhu 16-17° C karena bila disimpan pada suhu 31-32° C embrio akan berkembang dan setelah dimasukkan ke mesin tetas embrio akan mati. Telur cukup dibersihkan dengan lap kering karena bila dicuci dikhawatirkan zat antibakteri pada cangkang rusak/hilang dan untuk telur yang kotor atau tidak bagus segara lakukan afkir.• Persiapan mesin tetas, antara lain letakkan mesin tetas di lantai datar, tidak sering dilewati orang, terhindar dari sorotan cahaya matahari langsung, terhindar dari tetesan air hujan, jauh dari sumber suara yang menghasilkan getaran dan pastikan semua displai menyala. Masukkan air ke dalam nampan, lalu masukkan ke bagian terbawah rak telur. Biarkan mesin tetas menyala selama 3 jam, lalu buka pintu mesin tetas selama 15 menit dan telur tetas siap dimasukkan.• Proses penetasan, dimana lama proses penetasan dengan mesin tetas sama waktu dibutuhkan dengan lama induk unggas mengerami telurnya, lihat tabelPeriode Pengeraman Telur Jenis Unggas Lama Pengeraman Hari Ayam 21 Itik 28 Puyuh 16 Entok Itik Manila 35 Angsa 40 Burung 18 Sumber Sukses Menetaskan Telur Unggas Hingga 90% oleh Supri 2019.Untuk tahapan pengoperasiaan penetasan telur, sebagai berikut• Memasukkan telur ke dalam mesin tetas, dimana langkah pertama ialah memasukkan telur yang terseleksi ke dalam rak dengan posisi tidur atau berdiri. Bila diposisikan berdiri pastikan bagian yang tumpul berongga udara berada di bagian atas.• Peneropongan telur candling, yang dilakukan di ruang gelap sebanyak tiga kali selama proses penetasan telur ayam dan itik, yaitu pada hari ke-3, ke-7 dan ke-14. Peneropongan pada hari ke-3 bertujuan untuk menyeleksi telur yang infertil tidak dibuahi pejantan dengan menggunakan alat candler. Bila telur saat peneropongan terlihat terang/jernih dan tidak ada gumpalan hitam, berarti telur termasuk infertil dan segera diafkir untuk dimanfaatkan sebagai telur konsumsi. Bila telur terlihat ada gumpalan darah berbentuk cincin berarti telur termasuk fertil tetapi embrionya telah mati dan segera afkir. Peneropongan pada hari ke-7 bertujuan untuk seleksi embrio. Pada telur dengan embrio yang hidup dan berkembang, memperlihatkan adanya saluran syaraf darah dan denyut jantung, sedangkan telur dengan embrio yang mati menampakkan tidak terbentuknya saluran syaraf darah dan hanya terihat bercak darah tidak beraturan. Peneropongan hari ke-14 bertujuan juga mencari telur berembrio mati yang ditandai adanya bercak putih di sekitar ruang udara dan tidak dapat menjadi telur konsumsi lagi karena embrio sudah terbentuk dan membusuk, namun masih bisa dimanfaatkan untuk pakan ikan.• Pemutaran rak telur turning, dilakukan mulai hari ke-4 setelah telur masuk ke mesin pengeraman setter dan tidak ada standar harus diputar berapa kali perhari, namun untuk telur ayam dan itik umumnya diputar 1,5 jam sekali, sedang untuk telur puyuh dan telur burung tiap 1 jam sekali. Menjelang telur menetas pemutaran rak telur dihentikan, pada telur ayam dihentikan pada hari ke-18, pada telur itik dihentikan pada hari ke-26, telur puyuh petelur pada hari ke-21, telur puyuh pedaging pada hari ke-15 dan telur merpati pada hari ke-16. Selanjutnya telur dipindahkan ke mesin/kotak penetasan hatcher.• Pengaturan sirkulasi udara ventilasi, saat pertama kali telur dimasukkan ke dalam mesin tetas, lubang udara di bagian atas mesin tidak dibuka agar kelembapan dalam ruangan mesin tetas tidak menurun karena dapat mengakibatkan telur mengering kehilangan kelembapan sebelum waktunya. Penutup lubang udara boleh dibuka pada hari ke-3 setelah telur masuk mesin tetas.• Penambahan air pada nampan, dimana selama proses penetasan berlangsung air dalam nampan jangan sampai habis, oleh karena itu perhatian/kontrol terhadap air dalam nampan perlu dilakukan berkala. Sebagai patokan, nampan wajib terisi air minimal 3/4 dari ketinggian nampan 75% dari kapasitas nampan. Hindari terjadinya tumpahan air saat penambahan air karena dapat menyebabkan tingkat kelembapan berlebih.• Pemeliharaan setelah menetas, yaitu setelah menetas unggas dibiarkan dalam hatcher sampai seluruh bulunya kering, kemudian segera dikeluarkan agar tidak mengalami dehidrasi. Pindahkan ke dalam kandang brooding yang dilengkapi lampu/bohlam penghangat dan semua dinding tertutup kecuali bagian atas dilengkapi kawat untuk ventilasi. ***Ditulis olehIr Sjamsirul AlamPraktisi perunggasan, alumni Fapet Unpad
bagaimanakah teknik penetasan telur yang baik